Sejarah Singkat Desa Jabung

Sejarah Desa Jabung Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen mempunyai kisah menarik tentang asal usul dan perkembangannya. Berdasarkanberbagai sumber, terdapat beberapa versi mengenai sejarah desa ini.

Versi Pertama :

Berkaitan dengan Kasunanan Surakarta versi oertama mengaitkan berdirinya Desa Jabung dengan Kasunanan Surakarta. Konon, tanah di wilayah ini merupakan hadiah atau pemberian (Perdikan) dari Kasunanan Surakarta kepada beberapa tokoh yang dianggap berjasa. Tokoh – tokoh tersebut antara lain :

· Ki Brajang Ki Sandel

· Ki Dadungawuk

· Ki Anggas

· Ki Cermo

Mereka kemudian mengembangkan wilayah dan menjadi cikal bakal Desa Jabung.

Versi Kedua :

Asal – usul dari Prasasti Kejabung versi kedua merujuk pada Prasasti Kejabung. Dari Prasasti ini para ahli menyimpulkan bahwa nama “Jabung” berasal dari kata “Jebing”. Namun, ada pula pendapat yang mengaitkan nama “ Jabung” dengan masa oenjajahan, di mana wilayah ini menjadi jalur penghubung antara wilayah – wilayah yang dikuasai penjajah.

 

Versi Ketiga :

Cerita Rakyat dari Sesepuh Versi ketiga berasal dari cerita rakyat yang dituturkan oleh para sesepuh. Salah satu cerita menyebutkan  Desa Jabung dulunya merupakan markas penjajah. Dari sinilah muncul dugaan bahwa nama “Jabung” merupakan singkatan dari “Jajah” dan “Hubung”.

Perlu diingan bahwa versi ketiga di atas merupakan hasil penelusuran dan interprestasi dari berbagai sumber. Masing – masing versi memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai sejarah Desa Jabung.

Apakah yang dapat kita pelajari dari berbagai versi sejarah Desa Jabung?

Kompleksitas Sejarah : Sejarah suatu daerah tidak selalu linier dan tunggal, melainkan seringkali multiinterprestasi.

Para Tokoh Lokal : Tokoh – tokoh lokal seperti Ki Branjang dan Kawan – kawan memiliki peran penting dalam pembentukan dan perkembangan desa. Pengaruh kekuasaan pusat : Kerajaan Kasunanan Surakarta sebagai pusat kekuasaan pada masa itu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap wilayah – wilayah di sekitarnya, termasuk Desa Jabung.  Adapun nama-nama kepala desa yang menjabat setelah Indonesia merdeka:

1. Eyang Kiyai Marto Pawiro : Panewu Perdikan Jabung

2. Raden Demang Marto Wiguno : Lurah / Demang Pertama Desa Jabung

3. Sastro Pawiro : Lurah Kedua Desa Jabung (............... - ...............)

4. Siti Suwarni : Kepala Desa Ketiga (............... - ...............)

5. Sugiyanto : Kepala Desa Keempat (2003 – 2009 / 2009 – 2015)

6. Triyono : Kepala Desa Kelima (2015 – 2020 / 2020 – 2025 / 2025 – 2027)

 

Desa Jabung di Sragen memiliki kaitan sejarah yang kuat dengan Kerajaan Pajang, terutama melalui kisah Pangeran Benawa (putra Sultan Hadiwijaya) dan statusnya sebagai tanah perdikan (daerah bebas pajak/kewajiban tertentu). 

Berikut adalah gambaran umum sejarahnya:

· Pangeran Benawa dan Pengasingan: Setelah Sultan Hadiwijaya wafat, terjadi konflik perebutan tahta di Kerajaan Pajang antara Pangeran Benawa dan Arya Pangiri. Arya Pangiri berhasil naik tahta untuk sementara, memaksa Pangeran Benawa menyingkir atau "diasingkan" ke daerah Jipang (kini masuk wilayah Blora).

· Peran di Jabung: Selama masa pengasingan atau perjalanannya, konon Pangeran Benawa singgah dan membangun basis dukungan di wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Jabung. Kehadirannya diyakini membawa pengaruh besar bagi masyarakat setempat.

· Status Tanah Perdikan: Sebagai bentuk penghargaan atau karena alasan strategis tertentu, wilayah yang dihuni atau terkait dengan Pangeran Benawa, termasuk Desa Jabung, diberikan status khusus sebagai tanah perdikan. Status ini berarti desa tersebut dibebaskan dari kewajiban membayar pajak atau upeti kepada kerajaan pusat (Pajang atau Mataram setelahnya), sebagai imbalan atas jasa atau perlindungan yang diberikan oleh tokoh penting di sana.

· Peninggalan Sejarah: Jejak sejarah Pangeran Benawa di wilayah Sragen juga terkait erat dengan lokasi pemakaman Sultan Hadiwijaya (Joko Tingkir) di Dusun Butuh, Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, yang berdekatan dengan Jabung. Situs-situs ini menjadi bukti fisik hubungan sejarah antara desa-desa di Sragen dengan Kerajaan Pajang. 

Singkatnya, sejarah Desa Jabung sebagai tanah perdikan terkait erat dengan peran Pangeran Benawa sebagai salah satu tokoh penting Kerajaan Pajang yang pernah tinggal atau singgah di wilayah tersebut.